Panglima Tegaskan Pemutaran FIlm PKI Bukan Untuk Menimbulkan Dendam
Laporan Wartawa Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Panglima TNI, Jendral TNI. Gatot Nurmantyo, mengakui bahwa ia telah memerintahkan jajarannya, untuk menggelar acara nonton bersama, film 'Pengkhianatan G30S/PKI pada 30 September mendatang.
Hal tersebut diakuinya, saat ditanya wartawan di makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Senin (18/9/2017).
"Saya perintahkan jajaran saya untuk menyetel film itu," ujar Panglima TNI, seperti dikutip Tribunnews dari video resmi yang dirilis Mabes TNI.
Film yang sempat menjadi tontonan wajib di Indonesia setiap 30 September itu, menurut Panglima TNI bisa memberikan gambaran mengenai sepotong sejarah Indonesia yang kelam. Ia menegaskan bahwa sejarah seperti itu tidak boleh terulang kembali di Indonesia.
"Tujuannya adalah bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tapi memberikan gambaran, jangan sampai peristiwa yang pahit dan hitam itu terjadi lagi," katanya.
"Jangan sampai generasi muda kita terpengaruh lagi, terkotak-kotak lagi, akhirnya terjadi seperti peristiwa kelam. Tujuannya itu, bukan untuk menimbulkan dendam," tegasnya.
Film yang dirilis tahun 1985 itu, bercerita mengenai peristiwa yang terjadi seputar pemberontakan PKI, pada 30 September 1965, termasuk menceritakan penculikan dan penyiksaan jendral-jendral TNI AD oleh pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).
Film tersebut tidak lagi wajib diputar di televisi setiap tanggal 30 September, setelah Presiden RI ke 2 Suharto lengser dari jabatannya.
Pascaperistiwa 1965, PKI dan paham komunis dilarang oleh pemerintah. Anggota maupun simpatisan PKI setelahnya ditangkap, dan dimintai pertanggungjawaban hukum.
Tidak sedikit dari mereka yang mengalami preseksui, dan proses sidang yang tidak adil. Sebagaian dari kasus tersebut, sampai saat ini masih ditangani oleh Komnas HAM.
0 Response to "Panglima Tegaskan Pemutaran FIlm PKI Bukan Untuk Menimbulkan Dendam"
Posting Komentar