Bagaimana menyiapkan hewan kurban tanpa menyiksanya
Lenguhan sapi dan embikan kambing nyaring terdengar di Sitandu, area pertanian dan peternakan terpadu pemerintah Provinsi Banten di Kota Serang.
Suara tersebut meningkahi kesibukan para petugas di lokasi seluas 20 hektare ini. Menjelang Idul Adha, mereka memastikan puluhan hewan yang akan dikirim untuk dikurbankan memenuhi kriteria yang disyaratkan agama Islam.
Di samping itu, ada aspek kesrawan atau kesejahteraan hewan yang harus diperhatikan. Salah satu elemen dalam kesejahteraan hewan adalah kelayakan kandang.
Agus Tauchid, kepala dinas pertanian dan peternakan Provinsi Banten, menyoroti keberadaan lapak-lapak penjual hewan kurban di wilayahnya. Dia mengaku tak segan menindak para penjual yang memperlakukan hewan seenaknya.
"Sanitasi kandang harus diawasi. Tempat jangan menyiksa dong. Jangan kita biarkan sapi, kerbau, kambing, domba dihujankan, dipanaskan. Perlakukan hewan itu dengan kesrawan. Jangan menunggu hewan laku dijual, tapi hewan tersiksa. Kami tidak seperti itu," kata Agus kepada BBC Indonesia.
Kelayakan kandang ini menjadi penting mengingat penyakit berpotensi mewabah apabila tempat hidup ternak diabaikan.
Agus Tauchid mengatakan kandang, terutama untuk kambing dan domba, harus memiliki kolongan agar kotoran hewan mudah dibersihkan secara berkala. Apabila kandang terlalu lembab, menurutnya, zat amoniak yang terkandung dalam kotoran hewan dapat terhirup sehingga hewan mudah terpapar penyakit.
Selain kelayakan kandang, aspek kesejahteraan hewan memuat beragam elemen teknis lainnya, seperti cara menyembelih. Agar hal ini dapat diterapkan di lapangan pada Idul Adha, Agus Tauchid mengaku berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah pengurus masjid di Provinsi Banten.
"Salah satu muatan dalam koordinasi dengan MUI adalah mengadakan pembinaan teknis dengan juru sembelih. Bagaimana cara menyembelih, cara merubuhkan hewan ternak yang kesrawan dan tidak ada penyiksaan," kata Agus.
Merubuhkan hewan
Edi Wiryana, kepala seksi kesehatan hewan dari dinas pertanian dan peternakan Provinsi Banten, mengatakan bahwa merubuhkan hewan ada metodenya. Selama ini, menurutnya, cara sebagian masyarakat merubuhkan hewan tergolong penyiksaan.
0 Response to "Bagaimana menyiapkan hewan kurban tanpa menyiksanya"
Posting Komentar